KEPAK GARUDA

Bagaimana beruntung bagi pemerintah bahwa orang-orang yang mengelola tidak berpikir.

TOKYO GHOUL

Kemanusiaan adalah ekspresi dari kebodohan dan pengecut.

MAULANA ISKANDAR MUDA

Semua gerakan besar adalah gerakan populer. Mereka adalah letusan gunung berapi dari nafsu manusia dan emosi, diaduk dalam aktivitas dari Dewi kejam Distress atau oleh obor dari pemain kata yang diucapkan ke tengah-tengah masyarakat.

TOKYO GHOUL

Kekuatan tidak terletak pada pertahanan tetapi dalam serangan.

ADOLF HITLER

Perjuangan adalah ayah dari segala sesuatu. Hal ini tidak oleh prinsip-prinsip kemanusiaan bahwa manusia hidup atau mampu mempertahankan diri di atas dunia hewan, tetapi hanya dengan cara dari perjuangan yang paling brutal.

Minggu, 29 Maret 2015

IMPLEMENTASI PANCASILA


 

Pancasila adalah dasar Negara bagi bangsa Indonesia. Tiak hanya itu, bahkan pancasila sebagai pedoman bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penerapan/pengimplementasian nilai-nilai pancasila sebenarnya sudah di terapkan pada zaman pra sejarah seperti
1. Nilai religi
2. Nilai perikemanusiaan
3. Nilai persatuan
4. Nilai musyawarah
5. Nilai keadilan
Terbukti pada masa itu adanya sebuah kepercayaan meskipun itu hanya sebuah benda yang dikeramatkan (nilai religi), pada zaman prasejarah yang kita tahu adalah berlakunya hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang jadi penguasa, tetapi pada masa itu nenek moyang kita mempunyai masih ada rasa kemanusiaan, rasa persatuan juga ada karena dalam pikirannya ada suatu ikatan dengan sukunya. Sehingga, pada masa itu nenek moyang kita mempunyai pengimplementasian nilai-nilai pancasila yang memang betul-betul diterapkan.
Pada masa itu juga sebenarnya nilai musyawarah sudah ada seperti halnya memilih ketua suku itupun dilakukan dengan musyawarah. Nilai keadilan juga sudah ada pada masa itu walalupun itu sederhana seperti halnya  pembagian makanan, mereka membagi makanan dengan adil.

Pada zaman kerajaan
Penerapan nilai-nilai pancasila berlanjut di zaman kerajaan contohnya saja
Kerajaan Sriwijaya, di bawah kekuasaan wangsa Syailendra yang pada masa itu  mempersatukan pedagang, menerapkan sistem ketuhanan, agama dan kebudayaan berkembang. Selain itu ada Erlangga membangun bangunan Keagamaan dan Asrama sebagai sikap toleransi dalam beragama, Membuat Hubungan dagang dan kerja sama dengan Benggala, Chola menunjukkan nilai-nilai bermusyawarah dan kemanusiaan serta kesejahteraan
Majapahit agama Hindu dan Budha hidup berdampingan, kerajaan Pasai beragama Islam, menjunjung tinggi nasionalisme. Pada zaman kerajaan majapahit patih gajah mada terkenal dengan sumpah palapa, yang tercatat di dalam Pararaton. Ia menyatakan tidak akan memakan sebelum berhasil menyatukan Nusantara.

Pada zaman penjajahan
Pada zaman penjajahan Belanda Muncul sebuah pergerakan kebangkitan nasional yang diawali dengan berdirinya Budi Utomo dan organisasi-organisasi lainnya, dari situ tumbuhlah rasa persatuan dan kesatuan. pada masa itu orang-orang berpikiran senasib, seperjuangan, sehingga perlu adanya kesatuan dan persatuan.
Pada zaman  Jepang, Kekalahan Jepang dalam perang Pasifik semakin jelas, Perdana Menteri Jepang, Jenderal Kuniaki Koiso, pada tanggal 7 September 1944 mengumumkan bahwa Indonesia akan dimerdekakan kelak, sesudah tercapai kemenangan akhir dalam perang Asia Timur Raya. Dengan cara itu, Jepang berharap tentara Sekutu akan disambut oleh rakyat Indonesia sebagai penyerbu negara mereka, sehingga pada tanggal 1 Maret 1945 pimpinan pemerintah pendudukan militer Jepang di Jawa, Jenderal Kumakichi Harada, mengumumkan dibentuknya suatu badan khusus yang bertugas menyelididki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, yang dinamakan "Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia" (BPUPKI).
Dalam BPUPKI diselenggarakan sidang 3 kali yaitu;
 


      Gagasan mengenai rumusan lima sila dasar negara Republik Indonesia yang dikemukakan oleh Ir. Soekarno tersebut kemudian dikenal dengan istilah "Pancasila", masih menurut dia bilamana diperlukan gagasan mengenai rumusan Pancasila ini dapat diperas menjadi "Trisila" (Tiga Sila), yaitu: “1. Sosionasionalisme; 2. Sosiodemokrasi; dan 3. Ketuhanan Yang Berkebudayaan”. Bahkan masih menurut Ir. Soekarno lagi, Trisila tersebut bila hendak diperas kembali dinamakannya sebagai "Ekasila" (Satu Sila), yaitu merupakan sila: “Gotong-Royong”, ini adalah merupakan upaya dari Bung karno dalam menjelaskan bahwa konsep gagasan mengenai rumusan dasar negara Republik Indonesia yang dibawakannya tersebut adalah berada dalam kerangka "satu-kesatuan", yang tak terpisahkan satu dengan lainnya. Masa persidangan BPUPKI yang pertama ini dikenang dengan sebutan detik-detik lahirnya pancasila dan tanggal 1 juni ditetapkan dan diperingati sebagai hari lahirnya pancasila.
Pidato dari Ir. Soekarno ini sekaligus mengakhiri masa persidangan BPUPKI yang pertama, setelah itu BPUPKI mengalami masa reses persidangan (periode jeda atau istirahat) selama satu bulan lebih. Sebelum dimulainya masa reses persidangan, dibentuklah suatu panitia kecil yang beranggotakan 9 orang, yang dinamakan "Panitia Sembilan" dengan diketuai oleh Ir. Soekarno, yang bertugas untuk mengolah usul dari konsep para anggota BPUPKI mengenai dasar negara Republik Indonesia.
  Pada masa kemerdekaanSesaat setelah kemerdekaan Indonesia pada 1945, Bangsa Indonesia masih menghadapi Sekutu. Lalu, Munculnya propaganda Belanda kepada dunia luar bahwa kemerdekaan Inonesia adalah hadiah dari Jepang. Maka dari itu, Muncul 3 maklumat yang berisikan. Memberikan kekuasaan kepada MPR & DPR (Maklumat Wapres No. X tgl 16 Oktober 1945), Pembentukan multi partai (Maklumat Pemerintah tgl 3 Nov 1945), Mengubah sistem kabinet presidensial menjadi kabinet parlementer berdasarkan asas liberal)   penyimpangan secara konstitusional terhadap UUD 1945 dan Pancasila.Pada masa itu belanda menjadikan Indonesia menjadi negara boneka dangan cara membentuk Negara RIS dengan 16 negara bagian. Setelah kemerdekaan Indonesia menggunakan system pemerintahan Demokrasi liberal yaitu menteri bertanggung jawab kepada parlemen bukan kepada presiden. Pada masa itu juga mukadimah Konstitusi RIS menghapus jiwa, semangat, isi UUD 1945 dan Proklamasi . sehingga baru Terbentuknya NKRI mulai tahun 1950. Seiring berjalannya waktu Indonesia mulai di goncang dengan berbagai permasalahan sehingga munculah Dekrit Presiden 5 Juli 1959. 
Pada masa orde lamaOrde lama berlangsung dari tahun 1959-1966 Kedudukan pancasila sebagai ideologi Negara dan falsafah bangsa mulai pudar. Sistem demokrasi berubah menjadi terpimpin yaitu demokrasi khas Indonesia yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan (tidak berjalan sebagaimana mestinya)Presiden dan juga MPRS melakukan penyimpangan yang bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945, Penyelenggaraan pemerintahan terpusat pada kekuasaan seorang presiden dan lemahnya control yang seharusnya dilakukan DPR terhadap kebijakan-kebijakan.
Pada masa itu muncul pertentangan politik dan konflik lainnya yang berkepanjangan sehingga situasi politik, keamanaan dan kehidupan ekonomi makin memburuk. Diawali dengan Munculnya pemberontakan G30S/PKI yang sangat membahayakan keselamatan bangsa dan Negara.Pada 11 Maret 1965 Presiden Soekarno memberikan wewenang kepada Letjen Soeharto melalui Surat Perintah 11 Maret 1969 (Supersemar) untuk mengambil segala tindakan yang diperlukan bagi terjaminnya keamanaan, ketertiban dan ketenangan serta kesetabilan jalannya pemerintahan. 


 Pada masa orde baru Orde Baru adalah era pembangunan, era penuh kestabilan, menimbulkan romantisme dari banyak kalangan tapi itu tidak bertahan lama. Semakin lama, Pancasila menjadi alat bagi pemerintah untuk semakin menancapkan kekuasaan di Indonesia.Pada masa itu, Gencarnya penanaman nilai dan hakikat Pancasila kepada rakyat, penanaman nilai-nilai Pancasila dibarengi dengan praktek dalam kehidupan sosial rakyat Indonesia. Kepedulian antarwarga  sangat kental, toleransi di kalangan masyarakat cukup baik, dan budaya gotong-royong sangat dijunjung tinggi, Penggunaan Pancasila sebagai asas tunggal dalam kehidupan berorganisasi.Seiring berjalannya waktu munculah beberapa kebijakan Pemerintah terkait penanaman nilai-nilai Pancasila, yaitu Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).  Materinya yaitu Pancasila, UUD 1945, GBHN, Wawasan Nusantara, dan materi lain yang berkaitan dengan kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme. Kebijakan tersebut disosialisaikan pada seluruh komponen bangsa dengan metode indoktrinasi. Dengan tujuan untuk mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.faktanya yang terjadi di masyarakat, berdasarkan perbuatan pemerintah. Akibatnya, bukan nilai-nilai Pancasila yang meresap ke dalam kehidupan masyarakat, tetapi kemunafikan yang tumbuh subur dalam masyarakat. Pancasila begitu diagung-agungkan. Demokrasi Pancasila menjadi wajah semu era orde baru Munculnya 36 butir Pancasila yang ditetapkan melalui Ketetapan MPR (TAP MPR) No. II/MPR/1978 (sudah dicabut): “wajib hukumnya” untuk dihafal


 Pada masa reformasi Setelah turunnya soeharto dari kursi presiden maka munculah era baru yaitu era reformasi bahkan sampai sekarang masih era reformasi. Penerapan nilai-nilai pancasila pada saat ini sebenarnya sama saja. Tidak ada bedanya dengan masa-masa sebelumnya. Adanya korupsi, ketidakadilan pemerintah, dan masih banyak lagi. Sekarang anda bisa menilai sendiri bagaimana penerapan pancasila pada masa sekarang. 























 Silahkan beri komentar atau beri tanggapan.atau kita bisa berdiskusi disini